ITB & Riset Teknologi Smart Aquaculture
ITB Lakukan Riset Teknologi Smart Aquaculture untuk Budidaya Udang Vaname di Selatan Jawa Barat
Institut Teknologi Bandung (ITB) terus berinovasi dalam pengembangan teknologi di sektor akuakultur. Kali ini, ITB melakukan riset dan implementasi sistem “Smart Sustainable Aquaculture System” untuk membantu para petambak udang vaname di wilayah Selatan Jawa Barat. Dengan memanfaatkan teknologi canggih berbasis Internet of Things (IoT) dan bioteknologi, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan budidaya udang di tengah tantangan pasar dan lingkungan.
Latar Belakang Penelitian
Budidaya udang vaname di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga, meningkatnya biaya operasional, hingga ancaman penyakit yang dapat merugikan petambak. Pada tahun 2023, harga udang mengalami penurunan drastis hingga 45%, sehingga banyak petambak mengalami kesulitan ekonomi. Selain itu, penyakit seperti vibriosis dan AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease) menjadi ancaman serius bagi produktivitas tambak.
Untuk mengatasi permasalahan ini, ITB bekerja sama dengan BRIN dan startup AQUBETA dalam menciptakan solusi berbasis teknologi. Smart Sustainable Aquaculture System dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, memantau kualitas air secara real-time, serta mengoptimalkan pemberian pakan dan manajemen energi di tambak.
Teknologi yang Diterapkan

Sistem Smart Aquaculture yang dikembangkan oleh ITB mencakup berbagai fitur canggih, antara lain:
- Shrimps Talk (Assessment System)
- Sistem pemantauan perilaku dan kesehatan udang berbasis AI.
- Menganalisis konsumsi pakan, tingkat aktivitas, dan kesehatan udang.
- Smart Feeder Automation
- Sistem pemberian pakan otomatis yang menyesuaikan jumlah dan waktu pemberian berdasarkan analisis data.
- Mengurangi pemborosan pakan dan meningkatkan efisiensi pertumbuhan udang.
- Real-Time Water Quality Monitoring
- Pemantauan parameter air seperti salinitas, suhu, pH, oksigen terlarut, serta kecepatan arus air.
- Sistem deteksi dini penyakit berbasis sensor yang terhubung ke aplikasi.
- Smart Energy Management
- Pemanfaatan panel surya untuk mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional.
- Pengelolaan energi berbasis AI agar lebih hemat dan efisien.
- SAQTI Comm (Sistem Komunikasi Tambak)
- Memungkinkan transfer data antara tambak dan pusat kendali melalui jaringan internet.
- Menggunakan Raspberry Pi, modem WiFi, serta panel surya sebagai sumber energi.
Hasil Implementasi dan Uji Coba

Pada tahap implementasi, sistem ini diuji di tambak udang vaname di wilayah pesisir Selatan Jawa Barat. Beberapa hasil utama yang diperoleh meliputi:
- Peningkatan efisiensi pemberian pakan hingga 20% berkat penggunaan sistem otomatis.
- Pengurangan tingkat kematian udang dengan sistem deteksi dini penyakit.
- Pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan melalui sistem solar panel.
Selain itu, sistem ini telah diuji dalam berbagai kondisi lingkungan untuk memastikan kestabilan dan keandalannya dalam operasional sehari-hari.
Masa Depan Teknologi Smart Aquaculture
Dengan keberhasilan tahap implementasi awal, ITB berencana untuk mengembangkan sistem ini lebih lanjut, termasuk meningkatkan akurasi prediksi berbasis AI, memperluas skala penerapan di berbagai wilayah, serta mengintegrasikan teknologi blockchain untuk transparansi data dalam rantai pasokan akuakultur.
Diharapkan, riset ini dapat memberikan manfaat besar bagi para petambak udang di Indonesia, meningkatkan produktivitas, dan menjadikan sektor perikanan budidaya lebih berkelanjutan di masa depan.


