Ikatan Pelajar MuhammadiyahOrganisasi OtonomPemuda MuhammadiyahTajuk Utama

Meneguhkan Arah IPM di Era Digital, PC PM dan PC IPM Sukajadi Gelar Pengajian Kolaboratif “Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak”

​ Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PC PM) Sukajadi bersama Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Sukajadi sukses menyelenggarakan pengajian rutin lintas organisasi. Kegiatan yang mengusung tema “Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak: Meneguhkan Arah IPM di Era Digital” tersebut digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Jumat malam (17/07/2026) mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.

​Ketua PC PM Sukajadi, Imam Sholehudin, dalam sambutannya membuka acara dengan menekankan pentingnya sinergi dalam dakwah. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pengajian rutin ini bukan hanya milik Pemuda Muhammadiyah semata, melainkan sebuah ruang kolaborasi antar organisasi otonom (ortom) maupun pihak eksternal. Melalui pengajian berbasis digital ini, Imam berharap para kader dapat terus konsisten mengkaji hal-hal bersifat tematik yang kontekstual dengan tantangan zaman.

​Memasuki sesi materi utama, Ketua PC IPM Sukajadi, Rama Tri Pamungkas, hadir mengupas tuntas fenomena teknologi hari ini. Rama menegaskan bahwa kader IPM harus mampu mengendalikan algoritma, bukan justru dikendalikan oleh algoritma. Ia memaparkan bahwa algoritma pada dasarnya merupakan alur platform untuk menampilkan konten yang sedang tren, yang bergerak melalui siklus aktivitas pengguna, proses algoritma, hingga menghasilkan rekomendasi konten di lini masa.

​Namun, di balik kecanggihan teknologi tersebut, Rama mengingatkan adanya tantangan nyata yang mengintai para pelajar saat ini. Dampak negatif seperti masifnya penyebaran hoaks dan tindakan cyberbullying menjadi potret buram yang harus diantisipasi. Oleh karena itu, ia menyerukan pentingnya paradigma “Pelajar Berdampak”, yaitu pelajar yang memiliki karakter Islami, berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik, memberikan manfaat pada masyarakat, aktif berorganisasi, mampu mengendalikan teknologi, serta menjadi teladan bagi semua orang.

​Lebih lanjut, Rama menyatakan bahwa peran IPM di era digital ini harus ditopang oleh tiga pilar penggerak utama, yakni sebagai agency of change & innovation, agency of literacy, dan agency of dakwah. Menurutnya, resonansi algoritma dalam gerakan IPM harus diawali dengan langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten agar mampu menghasilkan dampak yang besar di kemudian hari.

​Sebagai langkah konkret menghadapi dominasi teknologi, PC IPM Sukajadi menyiapkan tiga elemen strategi utama. Strategi tersebut meliputi penguatan literasi digital dan personal branding, pengembangan content creation dan kolaborasi, serta menjaga konsistensi dalam berkarya. Melalui implementasi strategi ini, Rama berharap gerakan IPM ke depan mampu tampil sebagai organisasi yang adaptif, kreatif, dan berkemajuan di ruang digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *