Dunia IslamOrganisasi OtonomPemuda MuhammadiyahTajuk Utama

Keteladanan Pemuda dalam mempersiapkan Ramadhan 1447 H.

Bulan Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum transformasi spiritual yang memerlukan persiapan matang. Bagi warga Muhammadiyah, penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) membawa pesan tentang persatuan umat secara internasional dan kepastian waktu melalui pendekatan sains. Namun, di tengah kepastian tersebut, kita harus menyadari bahwa potensi perbedaan awal Ramadhan di tengah masyarakat tetap ada. Sebagai pemuda yang cerdas, kita tidak boleh menjadikan perbedaan tersebut sebagai bahan perdebatan yang memecah belah Ketika berbeda pandangan, melainkan sebagai sarana untuk mendewasakan pandangan dan memperkaya khazanah berpikir dalam keberagaman.

Persiapan yang paling utama bagi seorang pemuda adalah membekali diri dengan ilmu dan akhlak. Memahami mekanisme KHGT bukan hanya soal teknis penanggalan, tetapi juga tentang cara berpikir berkemajuan yang memadukan dalil agama dengan ilmu astronomi. Di sinilah kedewasaan kita diuji alih-alih mempermasalahkan metode yang berbeda, kita harus menjadi pihak yang mengedukasi masyarakat bahwa perbedaan adalah rahmat yang seharusnya memperkuat ukhuwah bukan malah menjadi saling menjatuhkan. Dengan sikap saling menghormati, perbedaan hari memulai puasa justru menjadi kekuatan yang menunjukkan betapa dinamis dan luasnya ijtihad dalam Islam, sehingga bisa menjadikan sebuah Baldatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Selanjutnya mengenai peran pemuda sebagai suri tauladan atau uswatun hasanah sangat krusial di bulan suci ini. Di era digital yang penuh provokasi, pemuda harus tampil sebagai penyejuk. Menjadi teladan berarti tidak ikut terjebak dalam perdebatan sehingga menghabisan energi berfikir di media sosial mengenai perbedaan tanggal, melainkan menunjukkan disiplin waktu dan kesantunan akhlak. Ketika pemuda mampu menunjukkan sikap toleran terhadap perbedaan sambil tetap teguh memegang prinsip keyakinannya, maka nilai-nilai Islam berkemajuan akan terlihat lebih autentik dan bermartabat di mata dunia.

Selain aspek spiritual individu, persiapan Ramadhan juga harus menyentuh dimensi sosial yang inklusif. Pemuda harus menjadi pelopor dalam gerakan filantropi yang tidak memandang perbedaan golongan bahkan identitas organisasi dan itu menjadi wahana untuk Pemuda Muhammadiyah bisa bergerak secara inklusif. Pada bulan Ramadhan ini diharapkan bisa merangkul semua pihak dalam aksi kemanusiaan, seperti pengelolaan zakat atau pembagian takjil secara kolektif. Kehadiran pemuda yang mampu berdiri di atas semua golongan akan memberikan energi positif yang membuktikan bahwa persatuan umat jauh lebih besar daripada sekadar perbedaan teknis penanggalan.

Ramadhan dengan panduan KHGT serta perbedaan awal Ramadhan ini adalah panggilan untuk keteraturan, sementara perbedaan yang ada adalah ujian bagi kedewasaan jiwa. Persiapan yang matang dan peran aktif sebagai teladan akan menjadikan Ramadhan tahun ini lebih berdampak luas. Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai pembuktian bahwa pemuda Muhammadiyah adalah generasi yang mampu memimpin dengan hikmah, mengubah perbedaan menjadi harmoni, dan membawa perubahan nyata melalui integritas yang tinggi.
Fastabiqul Khairat

Penulis: Imam Sholehudin adalah Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PC PM) Sukajadi. Saat ini aktif menggerakkan literasi Islam Berkemajuan di lingkungan pemuda.Oleh Imam Sholehudin (Ketua PC PM Sukajadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *